PRODUCT KNOWLEDGE

SANDBLASTING

Sandblasting, adalah proses penyemprotan abrasive material biasanya berupa pasir silika atau steel grit dengan tekanan tinggi pada suatu permukaan dengan tujuan untuk menghilangkan material-material kontaminasi seperti karat, cat, garam, oli dll. Selain itu juga bertujuan untuk membuat profile (kekasaran) pada permukaan metal sehingga cat lebih melekat.

COATING

Dalam bidang material, coating merupakan salah satu teknik perlakuan permukaan (surface treatment). Bila di terjemahkan bebas coating berarti “pelapisan”. Dengan coating, permukaan suatu material dilapisi dengan material yang lain, dengan tujuan “memperbaiki” sifat base-materialnya, seperti: meningkatkan ketahanan aus, ketahanan korosi, fatigue life, sebagai thermal barrier dll.

Banyak sekali jenis coating yang lain (biasanya dibedakan berdasarkan cara pelapisannya), seperti: plasma spray coating, HVOF coating, galvanizing, electroplating dll.

Free Website Hosting

Advertisements

Revology Indonesia

Alat keselamatan kerja umumnya dikenal diperusahaan dengan sebutan alat pelindung diri (APD) atau Personal Protective Equipment (PPE)
secara umum, alat keselamatan kerja dan alat pelindung diri yang standar dan harus dikenakan oleh semua orang pelaku industri konstruksi adalah sebagai berikut
• Sarung tangan (hand gloves) sesuai kebutuhan jenis kerjanya.
• Sepatu safety (safety shoes/boots),
• Helm pelindung (helmet),
• Dust masker (pelindung pernafasan),
• Disposable ear plug
• Kaca mata pelindung (safety glasses).
secara khusus pun, Alat-alat keselamatan kerja diciptakan menyesuaikan kebutuhan pekerjanya, serta jenis pekerjaan yang dilakukan. Beberapa contoh pekerjaan dan alat keselamatan kerja yang biasa dibutuhkan, sebagai berikut :
1. Welder atau tukang las yang melakukan pengelasan (welding). Yang utama dibutuhkan adalah alat pelindung mata dari percikan bunga api hasil proses pengelasan. Berupa safety glasses. Namun juga harus dilengkapi pula dengan google (kaca mata yang khusus dirancang untuk welder) dan face shield (perisai pelindung wajah) saat melakukan pengelasan.

View original post 340 more words

APD (Alat Pelindung Diri) atau PPE (Personal Protective Equipment)

Alat keselamatan kerja umumnya dikenal diperusahaan dengan sebutan alat pelindung diri (APD) atau Personal Protective Equipment (PPE)
secara umum, alat keselamatan kerja dan alat pelindung diri yang standar dan harus dikenakan oleh semua orang pelaku industri konstruksi adalah sebagai berikut
• Sarung tangan (hand gloves) sesuai kebutuhan jenis kerjanya.
• Sepatu safety (safety shoes/boots),
• Helm pelindung (helmet),
• Dust masker (pelindung pernafasan),
• Disposable ear plug
• Kaca mata pelindung (safety glasses).
secara khusus pun, Alat-alat keselamatan kerja diciptakan menyesuaikan kebutuhan pekerjanya, serta jenis pekerjaan yang dilakukan. Beberapa contoh pekerjaan dan alat keselamatan kerja yang biasa dibutuhkan, sebagai berikut :
1. Welder atau tukang las yang melakukan pengelasan (welding). Yang utama dibutuhkan adalah alat pelindung mata dari percikan bunga api hasil proses pengelasan. Berupa safety glasses. Namun juga harus dilengkapi pula dengan google (kaca mata yang khusus dirancang untuk welder) dan face shield (perisai pelindung wajah) saat melakukan pengelasan.
2. Scaffolder pembuat perancah bangunan (scaffolding) yang biasa kerja di ketinggian. Alat utama yang paling dibutuhkan adalah alat pelindung jatuh atau full body harness. Dalam perkembangannya alat pelindung jatuh ini dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, maka ada pula alat pelindung diri yang bernama safety line, lanyard, atau static line harness.
3. Blaster yang melakukan blasting (penyemprotan) mesin blasting semisal ketika melakukan sand blasting pada material logam yang berkarat. Seorang blaster rawan terhadap bahaya gangguan kesehatan pernapasan. Maka yang dibutuhkan adalah peralatan yang menunjang masalah pernapasan tersebut, seperti dust masker; respirator dan cartridge. Cartridge berfungsi sebagai obat penetral bantuan pernafasan pada saat menggunakan respirator.
4. Operator yang menjalankan semua peralatan bergerak. Baik kendaraan bergerak maupun mesin yang mempunyai motor penggerak. Operator biasanya rawan terhadap potensi bahaya kebisingan (buzzy area). Sehingga yang dibutuhkan oleh operator selain safety glasses juga alat pelindung telinga atau ear plug. Ada beberapa jenis ear plug yang didesain sesuai kebutuhan operator. Seperti ear plug yang standar (masa pakai 3 bulanan), disposable ear plug (sekali pakai). Lalu ada juga ear muff yang dapat melindungi hingga sekian decibel derajat kebisingan.
5. Painter yang bekerja melakukan pengecatan (painting). Semua fungsi panca indera pada seorang painter wajib dilindungi. Dari mata, hidung, mulut dan kulit. Seorang painter membutuhkan face shield pula yang dilengkapi dengan plastic film ataupun plastic painting untuk menghindari pengembunan pada safety glasses yang dikenakan. Otomatis painter pasti juga memerlukan safety glasses. Selain itu yang dibutuhkan juga adalah dust masker, serta respirator lengkap dengan sepasang cartridgenya. Satu lagi yang dibutuhkan seorang painter adalah disposable overall (baju kerja sekali pakai) untuk menghindari kontak langsung antara kulit dan material yang digunakan untuk mengecat. Bisa berupa cat, tiner, maupun zinc dan chrome yang kadang-kadang terkandung di dalam cat.
6. Electrician atau pekerja di bidang kelistrikan. Dalam menunaikan tugasnya selain dibantu tool-tool khusus seorang pekerja listrik, maka alat keselamatan kerja atau alat pelindung diri yang dibutuhkan adalah safety glasses dan sarung tangan khusus yang dapat meredam sengatan listrik. Serta sepatu safety dari karet untuk mencegah adanya kontak pendek arus listrik yang besar kemungkinannya terjadi.

http://www.artikelk3.com/jenis-alat-keselamatan-kerja-yang-ada-di-perusahaan.html

FRP LINING

FRP lining (Fiber-Reinforced plastic) adalah bahan komposit yang terbuat dari polimer dan diperkuat oleh serat. Serat biasanya fiberglass, karbon atau aramid sedangkan polimer biasanya adalah epoxy,  vinylester atau polyester thermosetting plastic.
FRP biasanya digunakan untuk industri automotive, konstruksi, laut, serta industri aerospace.
Lingkup pekerjaan kami meliputi tank lining, vessel lining, epoxy lining dan chemical resistant lining. Setiap pekerjaan lebih lanjut  disesuaikan dengan kebutuhan costumer.

Pentingnya Surface Preparation

Dari pengalaman di lapangan ada 3 (tiga) parameter yang menentukan terjadinya kegagalan premature pada aplikasi coating yaitu : Pemilihan Coating yang tidak sesuai, persiapan permukaan yang tidak memadai dan aplikasi coating yang tidak benar. Dari ketiga parameter tersebut diatas persiapan permukaan yang sangat dominan  dan hasil survey mengatakan 70-80% kegagalan coating karena persiapan permukaan yang tidak baik.

Surface preparation memegang kata kunci karena pada kegiatan ini kita akan memberikan tingkat kebersihan, tingkat kekasaran permukaan (profil) dan merapikan permukaan dari proses manufaktur sebelumnya seperti sudut-sudut yang tajam. Semua kegiatan di atas memiliki tujuan utama yaitu menghasilkan Adhesion Strength (Daya Rekat) antara coating material dan benda kerja yang baik, hal ini sangat penting.

Dalam rangka menjamin kualitas, setelah dilakukan aplikasi coating sering dilaksanakan uji adhesion. Berdasarkan ASTM ada beberapa metoda uji yang dapat dilakukan untuk menentukan adhesion strength, tergantung spesifikasi coating yang telah dibangun oleh project owner dan telah disepakati bersama (Project Owner, kontraktor dan paint maker) pada waktu Pre Job  Confrence.

*dari Artikel Coating & Maintenance, Adhesion Strength Checking by Mr.P.Trigan

SURFACE PREPARATION

PENGERTIAN SURFACE PREPARATION (PERSIAPAN PERMUKAAN)

Selain diaplikasikan  sebagai perlindungan terhadap korosi tehadap objek coating juga berfungsi untuk memperindah. Sebagai pelindung, coating  harus diaplikasikan dengan benar. Surface preparation (persiapan permukaan) sangat penting untuk mencapai aplikasi coating yang berhasil. Surface preparation adalah membersihkan dan mempersiapkan permukaan sebelum dilakukan aplikasi coating. Ini melibatkan :

  • Cleaning the surface : menyingkirkan kotoran, oli, grease, cat lama,  karat, bekas pengelasan dan kontaminasi yang lain.
  • Repair : menghilangkan atau memperbaiki permukaan  sehabis fabrikasi.
  • Roughening the surface : mengkasarkan permukaan dengan tujuan agar cat dapat lebih merekat.

POWDER COATING

Powder Coating ditemukan pertama kali pada tahun 1967 di Australia. System pengecatan Powder coating tidak mempergunakan bahan cair/ pengencer yang biasa dilakukan pada cat konvensional. Powder Coating umunya dipakai untuk melapisi permukaan logam seperti besi dan aluminium.

Untuk mencapai daya rekat yang maksimal maka sebelum dilakukan pengecatan, bahan yang akan dicat di bersihkan dan diberikan treatment tertentu. Agar cat yang tadinya berupa powder atau tepung bisa merekat dengan sempurna maka harus di-oven dengan suhu 160 – 220 C°

FLOOR COATING

Floor Coating, merupakan cat pelindung untuk lantai, dimana cat ini yang memiliki keistimewaan yaitu mudah dibersihkan, kuat dan tahan lama, dapat menjadi pengganti keramik, juga memiliki tingkat higienis yang tinggi. Floor Coating biasanya di aplikasikan untuk :

  • Garasi
  • Pabrik susu
  • Kilang
  • Laboratorium
  • Hanggar pesawat terbang
  • Bangunan pabrik makanan
  • Gudang